[REVIEW] Wander Woman
Unknown
2/10/2017 04:59:00 PM
0 Comments
Judul Buku : Wander Woman
Pengarang : Nina Addison, Irene Dyah, Fina Thorpe-Willet, Silvia Iskandar
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul : Orkha Creative
Ilustrasi Isi : Ella Elviana
Tahun Terbit : 2016
Cetakan : I
Halaman : 360 Halaman
PRICILLA (CILLA)
City girl yang observant. Hanya nyaman jika situasi serba terkontrol, gampang stress oleh ketidakmenentuan, sangat setia kawan. Keras kepala dan mandiri. Suaminya orang Eropa bernama William. Alex dan Emily merupakan anak mereka berdua. Kisah Cilla berawal di Houston, Amerika Serikat. Di Houston, Cilla dan Will—suaminya—dihadapi dengan wedding vow renewal tetangganya—Nicole dan Jake—yang penuh kontroversial dan Hurrican Ike, hingga bertemu teman baru.
SABAI
Si Uni Padang. Di antara mereka berempat dia bukanlah yang paling feminim. Penuh rasa ingin tahu dan bermental setengah nekat. Mengaku tidak rapi dan pelupa tapi tidak pernah lupa dengan suaminya, Mark. Mempunyai 3 orang anak yang bernama Lexie, Emma dan si bungsu Ariana.
Potret tipikal perempuan yang tidak jelas dia sendiri mau apa, dreamy, dan mellow. Pekerjaan Ronald, membuatnya terdampar di Sydney bersama kedua anaknya, yaitu Celly dan baby Juju. Kehidupan Sofia lebih beruntung dibanding dengan Cilla dan Sabai, karena Sofia bertemu dengan emak-emak dari Indonesia. Bertemu dengan si Energy Healer yang sangat unik hingga berujung pertemanan, munculnya gairah untuk bekerja kembali setelah selang lima tahun kelahiran Celly, dan proses kelahiran baby Juju yang bikin keringat dingin keluar.
ARUMI
Dia 120 persen berpikir menggunakan hati, perasaan, dan berdasarkan “kata orang”, kocak, dan mudah khawatir. Bersama suaminya, Yuza dan kedua anaknya Raya dan Tahlia mereka pernah menetap di Jepang dan Thailand. Besar di sebuah kota kecil yang hangat di Indonesia membuatnya sulit menyingkirkan mental minderan, dan selalu merindu kampung halaman selama tinggal di Jepang, tepatnya di sudut Azabu.
Hanya perlu waktu 2 hari untuk membaca novel Wander Woman (tapi bikin reviewnya seminggu) di tengah kesibukan prakrin. Jalinan persahabatan mereka berhasil membuatku iri. Kisah-kisah yang dituangkan oleh ke-empat penulis membuatku jadi tahu seperti apa kehidupan sosial dan budaya dari berbagai negara. Tinggal berpindah-pindah negara karena pekerjaan suami membuat mereka harus siap beradaptasi dengan lingkungan baru. Perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan masyarakatnya adalah tantangan bagi mereka. Ternyata hidup di luar negeri tak seindah yang diharapkan, tetep aja ada pait-paitnya. Selain harus siap mental ternyata juga harus siap fisik, apalagi saat musim salju. Salut sama ke-empat mamah muda ini!
Kover novel Wander Woman ini eye-catching banget, apalagi ada warna pink. Saya suka, saya suka! Gaya penulisannya nggak kaku dan aku nggak menemukan typo sama sekali. Hurray!! Untuk ilustrasi yang ada di awal bab sangat membantu buat ngebayangin kisah-kisah mereka, karena aku orangnya rada malesan buat membayangkan sesuatu maupun googling tentang hal-hal baru pada saat membaca. HIHIHI :D Nggak cuma itu, aku suka sama fun facts yang ada di setiap penutup masing-masing bab, menambah wawasan banget.
Baca kisah Cilla, Sabai, Sofia, dan Arumi serasa lagi dengerin curhatan Ibuku sendiri. Minus tinggal di luar negeri pastinya. Novel ini bener-bener membuka pandanganku akan berbagai negara yang nggak hanya ada hal-hal baik saja tetapi ada juga hal-hal yang tidak menyenangkan di sana. Jadi pengen ke luar negeri deh! Kisah Sabai di Korea Selatan jadi pengen nitip mintain tanda tangan SNSD :( Sedangkan kisah Arumi di Thai jadi keinget sama Jannine Weigel, pengen ketemu *eh
Karakter yang paling aku suka adalah Sabai! Soalnya sifatnya hampir mirip sama aku, terutama tentang emoticon ketawa itu, nggak bisa dandan, dan pelupa. Tapi ada yang beda karena Sabai suka k-drama, aku suka k-pop :D
Funny part itu waktu Sabai sama anak-anaknya di halte bus terus ketemu sama orang Indonesia. Namanya Riska pula, was that me? XD, alergi kedinginan Sofia yang bikin dia garuk-garuk itu bikin ngakak, apalagi pas Sofia mau pinjam toilet di rumah Minnie eh ternyata toiletnya nggak ada pintunya, ya Tuhan unique banget si Minnie ini.
Fav part ketika Sabai rebutan trench coat sama 3 ibu-ibu rempong, waktu Khun Win—PRT Arumi—bilang ‘Mai pen lai’ dan aku mraktekinnya pake aksen Thailand. Lucu banget ><(Mau denger?)
Buku ini cocok banget dibaca oleh semua orang, terutama aku rekomendasikan untuk mamah-mamah muda yang harus berpindah-pindah negara bahwa kalian tidak sendiri! YEAY! Nggak Cuma untuk mamah muda kok, buku ini bisa juga buat kamu yang pengen travelling, lanjutin sekolah, kerja ke luar negeri. Pokoknya wajib baca!
Sebagai penutup aku ucapkan terima kasih untuk kak Nina, kak Irene, kak Fina, dan kak Silvia yang telah membuat & menerbitkan novel Wander Woman ini. THANK YOU SO MUCH untuk kak Kitty (sebenarnya aku nggak tau nama kakak) dan kak Irene yang ngasi aku kesempatan buat baca novel Wander Woman berkat Giveaway #NovelWanderWoman
Pengarang : Nina Addison, Irene Dyah, Fina Thorpe-Willet, Silvia Iskandar
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul : Orkha Creative
Ilustrasi Isi : Ella Elviana
Tahun Terbit : 2016
Cetakan : I
Halaman : 360 Halaman
Tolkien mengatakan, “Not all those who wander are lost.”
Tidak semua orang yang berkelana kehilangan arah.
Tanyakan saja pada Arumi, Cilla, Sabai, dan Sofia—empat
sahabat yang terpencar di berbagai negara. Dalam cerita
mereka yang terinspirasi dari kisah nyata ini, “tersesat”
punya makna yang berbeda. For them, home is never a place, but
people—and sometimes even suitcases.
Kisah mereka bergulir dengan menarik dan membuat saya sebagai
pembaca tak sabar untuk membalik setiap lembarnya. inspiratif dan
membuka wawasan!
—Rina Suryakusuma, penulis novel Gravity dan Falling
The best mother is the mother who adapts. Melalui keseharian empat
sahabat ini, kita diajak mengingat salah satu kunci utama menjalankan
peran seorang ibu: adaptasi.
—Prameshwari Sugiri, Pemimpin Redaksi & Pemimpin Komunitas
Ayahbunda & Parenting Indonesia
Kisah para istri yang “dipaksa” hidup nomaden ini membuka mata
mengenai budaya dan gaya hidup di luar Indonesia, dilihat dari kacamata
orang-orang Indonesia.
—Susan Poskitt @pergidulu, travel writer
SINOPSIS
"Aku yakin, di mana pun kita tinggal, pasti ada tantangan di jalanan." –Hal. 174Novel Wander Woman mengisahkan tentang empat orang sahabat yang tinggal di luar negeri, tidak di daerah yang sama melainkan menyebar di berbagai negara. Mereka menamakan diri mereka “Wander Woman”. Plesetan tak sempurna dari kata “wander” yang dikawinkan dengan Wonder Woman. Mereka adalah :
PRICILLA (CILLA)
City girl yang observant. Hanya nyaman jika situasi serba terkontrol, gampang stress oleh ketidakmenentuan, sangat setia kawan. Keras kepala dan mandiri. Suaminya orang Eropa bernama William. Alex dan Emily merupakan anak mereka berdua. Kisah Cilla berawal di Houston, Amerika Serikat. Di Houston, Cilla dan Will—suaminya—dihadapi dengan wedding vow renewal tetangganya—Nicole dan Jake—yang penuh kontroversial dan Hurrican Ike, hingga bertemu teman baru.
"Kota kecil di pinggiran Aberdeen ini memang selalu kelihatan damai dan tenang. Contoh nyata bahwa manusia dan alam bisa hidup berdampingan tanpa harus saling senggol-menyenggol dengan gahar." –Hal. 72Kemudian mereka pindah ke Inverurie, suburb di luar kota Aberdeen, Skotlandia. Disini Cilla dihadapi dengan masalah mencari SIM. Walau sudah terbiasa mengemudi di Houston selama lima tahun, ternyata tidak mudah untuk mencari SIM di Inggris Raya. Apalagi saat itu Cilla sedang hamil, yang mana cepat sekali emosian. Tak berhenti sampai disana, di pengujung tahun Cilla harus kehilangan mobilnya karena keteledorannya dan suami.
SABAI
Si Uni Padang. Di antara mereka berempat dia bukanlah yang paling feminim. Penuh rasa ingin tahu dan bermental setengah nekat. Mengaku tidak rapi dan pelupa tapi tidak pernah lupa dengan suaminya, Mark. Mempunyai 3 orang anak yang bernama Lexie, Emma dan si bungsu Ariana.
"Because our life must go on, we have to move on. Seperti roda bus double-decker yang tak lelah berputar. Round and round..." —Hal. 104Kisahnya berlatar di Britania Raya dan Korea. Di London, kisah Sabai dibuka dengan keseruan menaiki double-decker bersama ketiga anaknya dan bertemu dengan teman baru, hingga berebut trench coat dengan 3 ibu-ibu dari Asia di Burberry outlet. Di Korea, ada oppa yang ahli banget pakai makeup dan kita bakalan tahu kebiasaan berkendara orang korea di jalanan.
"Inilah sisi gelap kehidupan ekspat, kami telah menukar kebebasan menentukan masa depan dengan nikmatnya hidup dipelihara perusahaan." –Hal. 227SOFIA
Potret tipikal perempuan yang tidak jelas dia sendiri mau apa, dreamy, dan mellow. Pekerjaan Ronald, membuatnya terdampar di Sydney bersama kedua anaknya, yaitu Celly dan baby Juju. Kehidupan Sofia lebih beruntung dibanding dengan Cilla dan Sabai, karena Sofia bertemu dengan emak-emak dari Indonesia. Bertemu dengan si Energy Healer yang sangat unik hingga berujung pertemanan, munculnya gairah untuk bekerja kembali setelah selang lima tahun kelahiran Celly, dan proses kelahiran baby Juju yang bikin keringat dingin keluar.
ARUMI
Dia 120 persen berpikir menggunakan hati, perasaan, dan berdasarkan “kata orang”, kocak, dan mudah khawatir. Bersama suaminya, Yuza dan kedua anaknya Raya dan Tahlia mereka pernah menetap di Jepang dan Thailand. Besar di sebuah kota kecil yang hangat di Indonesia membuatnya sulit menyingkirkan mental minderan, dan selalu merindu kampung halaman selama tinggal di Jepang, tepatnya di sudut Azabu.
"Ongkos taksi Tokyo terbukti merongrong kesehatan jantung." —Hal. 290Tingginya biaya untuk hidup membuatnya merangkap menjadi pembantu, nanny, selain menjadi seorang Ibu dari kedua anaknya. Tercemplung di lingkungan ibu-ibu ekspat awalnya membuat Arumi minder tetapi ia bisa menghadapi masalah tersebut. Di Thailand, Arumi berkisah tentang demo politik terbesar di Thai, Bangkok Shutdown.
REVIEW
Kover novel Wander Woman ini eye-catching banget, apalagi ada warna pink. Saya suka, saya suka! Gaya penulisannya nggak kaku dan aku nggak menemukan typo sama sekali. Hurray!! Untuk ilustrasi yang ada di awal bab sangat membantu buat ngebayangin kisah-kisah mereka, karena aku orangnya rada malesan buat membayangkan sesuatu maupun googling tentang hal-hal baru pada saat membaca. HIHIHI :D Nggak cuma itu, aku suka sama fun facts yang ada di setiap penutup masing-masing bab, menambah wawasan banget.
Baca kisah Cilla, Sabai, Sofia, dan Arumi serasa lagi dengerin curhatan Ibuku sendiri. Minus tinggal di luar negeri pastinya. Novel ini bener-bener membuka pandanganku akan berbagai negara yang nggak hanya ada hal-hal baik saja tetapi ada juga hal-hal yang tidak menyenangkan di sana. Jadi pengen ke luar negeri deh! Kisah Sabai di Korea Selatan jadi pengen nitip mintain tanda tangan SNSD :( Sedangkan kisah Arumi di Thai jadi keinget sama Jannine Weigel, pengen ketemu *eh
Karakter yang paling aku suka adalah Sabai! Soalnya sifatnya hampir mirip sama aku, terutama tentang emoticon ketawa itu, nggak bisa dandan, dan pelupa. Tapi ada yang beda karena Sabai suka k-drama, aku suka k-pop :D
Funny part itu waktu Sabai sama anak-anaknya di halte bus terus ketemu sama orang Indonesia. Namanya Riska pula, was that me? XD, alergi kedinginan Sofia yang bikin dia garuk-garuk itu bikin ngakak, apalagi pas Sofia mau pinjam toilet di rumah Minnie eh ternyata toiletnya nggak ada pintunya, ya Tuhan unique banget si Minnie ini.
Fav part ketika Sabai rebutan trench coat sama 3 ibu-ibu rempong, waktu Khun Win—PRT Arumi—bilang ‘Mai pen lai’ dan aku mraktekinnya pake aksen Thailand. Lucu banget ><
Buku ini cocok banget dibaca oleh semua orang, terutama aku rekomendasikan untuk mamah-mamah muda yang harus berpindah-pindah negara bahwa kalian tidak sendiri! YEAY! Nggak Cuma untuk mamah muda kok, buku ini bisa juga buat kamu yang pengen travelling, lanjutin sekolah, kerja ke luar negeri. Pokoknya wajib baca!
Sebagai penutup aku ucapkan terima kasih untuk kak Nina, kak Irene, kak Fina, dan kak Silvia yang telah membuat & menerbitkan novel Wander Woman ini. THANK YOU SO MUCH untuk kak Kitty (sebenarnya aku nggak tau nama kakak) dan kak Irene yang ngasi aku kesempatan buat baca novel Wander Woman berkat Giveaway #NovelWanderWoman
RATE







